Surat dari Tanah yang Berasap

Posted: 1 August 2017 by Sulaiman

Seorang lelaki berdiri mematung. Di depannya sebuah cermin, juga sebuah wajah yang menampilkan dirinya. Kumis yang tak sempat dicukur dan rambut hitamnya tinggal beberapa helai, selebihnya putih. Garis-garis senja tergurat di dahinya. Di sudut lain, sebuah surat tergeletak di atas meja, diambilnya. Dia berjalan ke sebuah kursi, perlahan duduk. Sembari menghadap jendela yang terbuka, tangannya mulai membuka dua lembar kertas…

Read more