[Ngibul #41] Cilok, Bambu Runcing, dan Pahlawan

Posted: 20 November 2017 by Andreas Nova

Apa yang terbesit di kepala ketika mendengar kata cilok? Barangkali sebagian besar jawaban akan merujuk kepada makanan ringan yang berasal dari Tlatah Sunda yang dibuat dengan cara merebus campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji. Makanan ringan ini sangat merakyat. Buktinya kita akan dengan mudah menemui bakul cilok di depan—hampir semua—sekolah yang ada di Yogyakarta. Jika warung burjo melakukan invasi…

Read more

Menampilkan Seluruh Sastra Inggris UGM dalam “Queen at Last, Beyond the Folktale of Lutung Kasarung”

Posted: 18 November 2017

Indonesia punya berjibun cerita rakyat dan Lutung Kasarung adalah salah satunya. Kisah rakyat asal Sunda tersebut baru saja dipentaskan dalam teater musikal berjudul “Queen at Last, Beyond the Folktale of Lutung Kasarung” yang diselenggarakan jurusan Sastra Inggris UGM pada 12 November 2017, bertempat di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Lutung Kasarung sebenarnya memiliki cerita yang agak unik. Tak sebagaimana kebanyakan…

Read more

Ruang dan Waktu oleh Irwan Apriansyah

Posted: 17 November 2017

PENEGASAN Ia terbangun Dengan seribu kecemasan Di matanya Kegelapan merambat di wajah langit Gemintang seolah redup Bulan tak lagi tembaga Dunia kehilangan warna Kata-kata menjauh dari lidah Sang kekasih bangkit, berjalan, terhuyung Mencari tempat paling sunyi Di mana hanya ada dirinya Dan bayang mimpi Barangkali Mimpi tak perlu ditafsir Sebagai wahyu Barangkali Tuhan tak memberi perintah apa-apa Barangkali cinta tak…

Read more

Menyimak Cara Kerja Aan Mansyur

Posted: 16 November 2017

Saat kecil ia berpikir bahwa manusia adalah makhluk paling membosankan. Pikiran ini membuatnya malas bergaul. Ia tidak pernah meninggalkan rumah, dan dengan keluarga pun ia jarang mengobrol. Kepada ibunya ia justru suka menulis surat, begitu pun kepada gurunya di sekolah. Suratnya bisa amat panjang yang dapat membuatnya kena teguran. Ia lebih suka berada di dalam perpustakaan kakeknya. Membaca buku-buku yang…

Read more

Post-warkop: Dialektika dan Perenungan di tengah Keramaian

Posted: 15 November 2017

Membaca keramaian tentu saja tidak dapat dilepaskan dari terjadinya interaksi antarperson yang terlibat di dalamnya. Singgungan-singgungan yang terus terjadi memunculkan aksi dan reaksi yang menghasilkan lanskap unik tentang bagaimana memaknai kebebasan. Manusia seolah menjadi liar ketika ia ‘dikeluarkan’ dari rutinitasnya. Warung kopi, sebuah ruang yang tak lagi sekedar menjadi tempat untuk menikmati minuman pelega dahaga tetapi telah menjelma menjadi sebuah…

Read more
warok saimun

Warok Saimun

Posted: 14 November 2017

Saimun terlihat berjalan tergesa-gesa. Ia tak memedulikan kanan atau kirinya dan jalanan batu yang berdebu. Yang ia pikirkan hanya segera berada di rumah. Beristirahat sejenak lalu mempersiapkan sesuatu. Tak banyak waktu untuk keadaan yang mulai terasa genting ini. Jika ia tak segera bersiap maka orang-orang itu yang akan mendahului dan memenangkannya. Meskipun apa yang ia yakini selama ini sudah kalah,…

Read more
ojek

[Ngibul #40] Apa yang Hilang dan Berganti karena Ojek Online

Posted: 13 November 2017

–ojek/ojék/ n sepeda atau sepeda motor yg ditambangkan dng cara memboncengkan penumpang atau penyewanya–(Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pada setiap hal yang baru selalu ada yang ditanggalkan: sesuatu yang perlahan raib secara alami atau dengan cepat dihilangkan. Begitu mak jegaguk berdiri sebuah perumahan baru, mungkin ada lahan persawahan yang dihilangkan, persawahan yang ditinggalkan petani. Apa yang terjadi tidak semata persawahan yang…

Read more